NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
17-04-2014 , Kamis Pagi

DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.022.500,-
Dinar - Rp. 2.045.000,-
Dinarayn - Rp. 4.090.000,-

DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.600,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 35.000,-
Dirham - Rp. 70.000,-
Dirhamayn - Rp. 140.000,-
Khamsa - Rp. 350.000,-
Depok, 12 Agustus 2011
Akankah BI Edarkan Rupiah Pecahan Rp 200 ribu

Di tengah krisis finansial di AS dan Eropa terbetik berita Bank Indonesia akan segera mengedarkan pecahan rupiah baru Rp 200.000.

Rencana yang sudah pasti dan telah diumumkan adalah bahwa BI akan melakukan redenominasi, atau penghilangan tiga buah 0, di belakang angka rupiah, yang persiapannya telah dimulai tahun ini juga. Terbitnya rupiah baru yang 'gundul' itu sendiri, kabarnya, baru akan dilakukan pada 2014. Nah, di tengah berjalannya redenominasi ini terbetik kabar bahwa BI akan segera mengedarkan rupiah baru, dengan pecahan RP 100 ribu, berwarna biru, dan satuan baru yang lebih besar, yaitu Rp 200.000!

'Menurut rencana kedua mata uang rupiah baru ini akan diedarkan bulan Oktober 2011, tapi mungkin dipercepat sebelum lebaran 1432 H ini tiba,' ujar sumber WIN, yang banyak memiliki informasi seputar mata uang kertas dan BI.

Bagi kita, ini tentu menimbulkan pertanyaan: ada apa? Kalau rupiah mau 'digunduli', kok, malah terbit uang dengan satuan lebih besar? Dan, mengapa diedarkan menjelang lebaran?

Yang sudah bisa dipastikan adalah infalsi yang sudah semakin melucuti nilai tukar rupiah, membuat uang Rp 100 ribu, sudah semakin kecil daya belinya. Maka, cara mengatasi yang paling mudah, bagi bank sentral, adalah menerbitkan uang kertas dengan satuan yang semakin besar.

Nah, kalau sudah keluar uang kertas Rp 200.000, akankah kita menuju super-hiperinflasi seperti Zimbabwe? Yang pasti, semakin besar nilai rupiah yang diedarkan, semakin miskinlah, dan bukan semakin kaya, para pemakainya! Itulah sihir dalam uang kertas.
(001)
Dibaca : 4332 kali


Bookmark and Share

lainnya
Index kategori : Berita
Facebook   Twitter   Yahoo Group   You Tube   Baitul Mal Nusantara
© WAKALA INDUK NUSANTARA                                                                                                                        DISCLAIMER   SITEMAP   SITE INFO