Sawangan, 08 Mei 2012
Cikal Bakal Zona Muamalah: Bojongsari
Dengan akan didirikannya pasar terbuka, Suq Muamalah, desa Bojongsari, Sawangan, otomatis akan menjadi Zona Muamalah.
Istilah 'Zona Muamalah' diperkenalkan oleh para anggota Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara) Jakarta Utara, untuk menyebut wilayah yang telah cukup luas menerapkan Dinar dan Dirham dalam muamalat sehari-hari. Ini bermula dari 'Kampung Jawara' Cilincing, yang telah meluas ke Koja, Tanjung Priok, dan beberapa kecamatan sekitarnya, yang telah menyelenggarakan FHP (Festival Hari Pasaran), dan selanjutnya terus menerapkan muamalat sehari-hari.
Dengan telah ditetapkannya pembangunan Suq Muamalah yang pertama di desa Bojongsari, Sawangan, maka dengan sendirinya kawasan ini nantinya bisa disebut sebagai 'Zona Mualamah' Sawangan. Untuk itu, sejak awal, perlu disosialisasikan kepada masyarakat sekitar telah beredar dan berfungsinya Dinar dan Dirham dalam muamalat sehari-hari.
Untuk itu, pengenalan muamalat dengan Dinar dan Dirham kepada masyarakat pun akan diperluas di kawasan Depok, Parung, Sawangan, Pamulang. Jum'at, 20 April 2012 lalu, upaya ini dimulai dari Masjid Nurul Yaqin, Pondok Petir, Sawangan. Pak Zaim Saidi dan dua staf dari Baitul Mal Nusantara, menyebarkan brosur kepada jamaah selepas salat Jum'at. Kepada Pak Jamaludin, khatib hari itu, Pak Zaim memberikan penjelasan tentang Dinar dan Dirham, dan menyerahkan buku Euforia Emas, kepadanya.
Zaim juga berbicara dengan sejumlah santri dari pesantren Raudatul Qu'ran, yang letaknaya tak jauh dari Masjid Nurul Yaqin, yang di antaranya ternyata telah mengetahui perihal Dinar dan Dirham. 'Saya mengetahuinya dari Bapak saya,' ujar santri berumur sekitar 10 tahun. Kepadanya Pak Zaim menitipkan brosur dan kartu nama, untuk diberikan kepada pemimbing di pesantren tersebut.
Selain di masjid, Pak Zaim dan staf, menemui Bapak Ahmad, seorang wara setempat, gmenjelaskan hal yang sama dan meminta agar dapat mengajak masrayakat lain bermuamalat dengan Dinar dan Dirham. Pak Ahmad pun meminta sejumlah brosur untuk dibagikan, khususnya kepada jamaah dan pengurus majelis taklim setempat. Kepadanya Pak Zaim juga menyampaikan agar dalam waktu dekat bisa diselenggarakan Festival Hari Pasaran dan pembagian zakat mal.(001)
Dibaca : 990 kali
lainnya
Index kategori : Berita
Cikal Bakal Zona Muamalah: Bojongsari
Dengan akan didirikannya pasar terbuka, Suq Muamalah, desa Bojongsari, Sawangan, otomatis akan menjadi Zona Muamalah.
Istilah 'Zona Muamalah' diperkenalkan oleh para anggota Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara) Jakarta Utara, untuk menyebut wilayah yang telah cukup luas menerapkan Dinar dan Dirham dalam muamalat sehari-hari. Ini bermula dari 'Kampung Jawara' Cilincing, yang telah meluas ke Koja, Tanjung Priok, dan beberapa kecamatan sekitarnya, yang telah menyelenggarakan FHP (Festival Hari Pasaran), dan selanjutnya terus menerapkan muamalat sehari-hari.
Dengan telah ditetapkannya pembangunan Suq Muamalah yang pertama di desa Bojongsari, Sawangan, maka dengan sendirinya kawasan ini nantinya bisa disebut sebagai 'Zona Mualamah' Sawangan. Untuk itu, sejak awal, perlu disosialisasikan kepada masyarakat sekitar telah beredar dan berfungsinya Dinar dan Dirham dalam muamalat sehari-hari.
Untuk itu, pengenalan muamalat dengan Dinar dan Dirham kepada masyarakat pun akan diperluas di kawasan Depok, Parung, Sawangan, Pamulang. Jum'at, 20 April 2012 lalu, upaya ini dimulai dari Masjid Nurul Yaqin, Pondok Petir, Sawangan. Pak Zaim Saidi dan dua staf dari Baitul Mal Nusantara, menyebarkan brosur kepada jamaah selepas salat Jum'at. Kepada Pak Jamaludin, khatib hari itu, Pak Zaim memberikan penjelasan tentang Dinar dan Dirham, dan menyerahkan buku Euforia Emas, kepadanya.
Zaim juga berbicara dengan sejumlah santri dari pesantren Raudatul Qu'ran, yang letaknaya tak jauh dari Masjid Nurul Yaqin, yang di antaranya ternyata telah mengetahui perihal Dinar dan Dirham. 'Saya mengetahuinya dari Bapak saya,' ujar santri berumur sekitar 10 tahun. Kepadanya Pak Zaim menitipkan brosur dan kartu nama, untuk diberikan kepada pemimbing di pesantren tersebut.
Selain di masjid, Pak Zaim dan staf, menemui Bapak Ahmad, seorang wara setempat, gmenjelaskan hal yang sama dan meminta agar dapat mengajak masrayakat lain bermuamalat dengan Dinar dan Dirham. Pak Ahmad pun meminta sejumlah brosur untuk dibagikan, khususnya kepada jamaah dan pengurus majelis taklim setempat. Kepadanya Pak Zaim juga menyampaikan agar dalam waktu dekat bisa diselenggarakan Festival Hari Pasaran dan pembagian zakat mal.(001)
Dibaca : 990 kali


lainnya
- HKDD Kembali di Bekasi
- Kuliah Non Kurikuler di UAD dengan Dirham
- Digencarkan, Penerapan Dinar Dirham di Depok
- Dinar Dirham Kembali ke Pesantren
- Lagi Zakat Dibagikan, Sebanyak 360 Dirham
Index kategori : Berita
© WAKALA INDUK NUSANTARA DISCLAIMER SITEMAP SITE INFO