Cirebon, 18 Mei 2012
Dinar Dirham di Masjid Panjunan
Pengenalan Dinar dan Dirham di Wilayah Cirebon terus diperluas.
Masjid Panjunan, atau dikenal juga sebagai Masjid Merah, merupakan sebuah masjid berumur sangat tua yang didirikan pada 1480. Nama masjid itu dinisbahkan kepada pendirinya, yaitu Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Dia adalah seorang keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad, dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati. Masjid Merah Panjunan terletak di sebuah sudut jalan di Kampung Panjunan, kampung tempat banyak pengrajin keramik atau jun. Warga Cirebon banyak juga yang menyebutnya sebagai 'Kampung Arab'.
Begitu sampai di Cirebon, Senin 1 Mei 2012 lalu, selepas makan siang, rombongan Jawara Cirebon, Ketua dan Wakilnya, Pak Zaenal Masduqi dan Ibu Sonia, bersama Amir Zaim Saidi dan Wazir Abdarrahman Rachadi, menuju masjid ini. Mereka melakukan salat dzuhur, kemudian berbincang dengan para pengunjung yang kebetulan ada di masjid saat itu.
'Warga Cirebon harus mulai disiapkan untuk menyambut akan segera beredarnya Dinar dan Dirham Kesultanan Kasepuhan. Dan kita akan memulainya dari tempat-tempat bersejarah, yang warganya masih memiliki ikatan batin dengan Kesultanan,' kata Amir Zaim, memberikan alasan kunjungan kali ini.
Masjid ini rupanya diurus oleh ibu-ibu. Siang itu sekurangnya ada lima orang ibu, tepatnya nenek-nenek, yang tampak ada di sekitar masjid, bersih-bersih, menjemur mukena, atau sekadar duduk-duduk. Pak Zaim segera mengumpulkan mereka, mengajak duduk bersama, dan mulai menjelaskan kepada mereka perihal Dinar dan Dirham. Mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan tampak mengerti perbedaan uang kertas dan uang emas dan perak.
'Dalam waktu tak lama lagi kedua mata uang ini akan kembali dicetak dan diedarkan oleh Sultan Sepuh XIV, hingga masyarakat dapat bermuamalat secara halal, ' ujar Pak Zaim kepada kelima ibu itu. Sebelum meninggalkan tempat, Pak Zaim juga menyatakan akan memberikan zakat mal kepada mereka, masing-masing 0.5 Dirham perak. (001)
Dibaca : 705 kali
lainnya
Index kategori : Berita
Dinar Dirham di Masjid Panjunan
Pengenalan Dinar dan Dirham di Wilayah Cirebon terus diperluas.
Masjid Panjunan, atau dikenal juga sebagai Masjid Merah, merupakan sebuah masjid berumur sangat tua yang didirikan pada 1480. Nama masjid itu dinisbahkan kepada pendirinya, yaitu Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Dia adalah seorang keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad, dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati. Masjid Merah Panjunan terletak di sebuah sudut jalan di Kampung Panjunan, kampung tempat banyak pengrajin keramik atau jun. Warga Cirebon banyak juga yang menyebutnya sebagai 'Kampung Arab'.Begitu sampai di Cirebon, Senin 1 Mei 2012 lalu, selepas makan siang, rombongan Jawara Cirebon, Ketua dan Wakilnya, Pak Zaenal Masduqi dan Ibu Sonia, bersama Amir Zaim Saidi dan Wazir Abdarrahman Rachadi, menuju masjid ini. Mereka melakukan salat dzuhur, kemudian berbincang dengan para pengunjung yang kebetulan ada di masjid saat itu.
'Warga Cirebon harus mulai disiapkan untuk menyambut akan segera beredarnya Dinar dan Dirham Kesultanan Kasepuhan. Dan kita akan memulainya dari tempat-tempat bersejarah, yang warganya masih memiliki ikatan batin dengan Kesultanan,' kata Amir Zaim, memberikan alasan kunjungan kali ini. Masjid ini rupanya diurus oleh ibu-ibu. Siang itu sekurangnya ada lima orang ibu, tepatnya nenek-nenek, yang tampak ada di sekitar masjid, bersih-bersih, menjemur mukena, atau sekadar duduk-duduk. Pak Zaim segera mengumpulkan mereka, mengajak duduk bersama, dan mulai menjelaskan kepada mereka perihal Dinar dan Dirham. Mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan tampak mengerti perbedaan uang kertas dan uang emas dan perak.
'Dalam waktu tak lama lagi kedua mata uang ini akan kembali dicetak dan diedarkan oleh Sultan Sepuh XIV, hingga masyarakat dapat bermuamalat secara halal, ' ujar Pak Zaim kepada kelima ibu itu. Sebelum meninggalkan tempat, Pak Zaim juga menyatakan akan memberikan zakat mal kepada mereka, masing-masing 0.5 Dirham perak. (001)
Dibaca : 705 kali


lainnya
- HKDD Kembali di Bekasi
- Kuliah Non Kurikuler di UAD dengan Dirham
- Digencarkan, Penerapan Dinar Dirham di Depok
- Dinar Dirham Kembali ke Pesantren
- Lagi Zakat Dibagikan, Sebanyak 360 Dirham
Index kategori : Berita
© WAKALA INDUK NUSANTARA DISCLAIMER SITEMAP SITE INFO