Singapura, 30 April 2012
Kuliner dengan Dinar Dirham di Singapura
Kebangkitan Muslim di Singapura diawali dari penegakkan kembali sunnah muamalat.
Kaum Muslimin di Singapura adalah minoritas di bawah rezim kekuasaan nonmuslim, dan karena itu kondisinya secara politik serba terbatas. Semuanya serba dikontrol negara. Masjid-masjid diawasi oleh negara, hingga teks khutbah Jumat pun, praktis harus direstui oleh penguasa. Bahkan untuk anak-anak muda yang hendak bersekolah di luar negeri pun, bila itu terkait dengan Islam, harus melalui prosedur yang tidak mudah.
Kita semua tahu, Singapura, adalah hub kepentingan kapitalisme global yang sangat strategis. Maka, boleh dikatakan, di sini pulalah sistem riba mencengkeram begitu kuatnya. Tetapi, di tengah kesulitan selalu terdapat kemudahan, itulah janji Allah, subhanahu wa ta'ala. Itulah yang dipegang teguh pemuda pemudi Muslin Singapura, yang kini dengan sepenuh keyakinan akan pertolongan Allah, subhanahu wa ta'ala, yang kini giat menegakkan sunnah Nabiullah, sallalahu alayhi wa sallam.
Mereka berjamaah, membentuk sebuah Amirat, dengan seorang pemuda Muslim sebagai amirnya, Amir Hasballah Syafi. Di bawah kepemimpinan Amir Hasballah mereka menghidupkan muamalat, menerapkan Dinar dan Dirham, membentuk Tumasik Trade Network.
Lewat TTN inilah berbagai amal nyata mereka lakukan. Setiap harinya mereka mengajak setiap muslim Singapura untuk mengerti dan menggunakan Dinar dan Dirham dalam kehidupan sehari-hari. Di masjid, di sekolah, di pasar, di kantin-kantin, mereka mengupayakan digunakannya Dinar dan Dirham. Dalam Souq Qafilah Muamalah di Kuala Lumpur, 7 April lalu, misalnya, lebih dari 50 orang pemuda-pemudi Muslim Singapura, dipimpin Amir Hasballah, hadir - berjual-beli di pasar.
Di negeri Singa sendiri, mereka terus bergerak, bersama dengan saudara-saudara Muslim mereka yang berada dalam situasi jauh lebih mudah, yakni di Malaysia dan Indonesia, menegakkan muamalah yang halal. Salah satu aktivitas mereka dapat disaksikan lewat tayangan berikut:
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=c-bo-Yufrrw
Dibaca : 892 kali
lainnya
Index kategori : Berita
Kuliner dengan Dinar Dirham di Singapura
Kebangkitan Muslim di Singapura diawali dari penegakkan kembali sunnah muamalat.
Kaum Muslimin di Singapura adalah minoritas di bawah rezim kekuasaan nonmuslim, dan karena itu kondisinya secara politik serba terbatas. Semuanya serba dikontrol negara. Masjid-masjid diawasi oleh negara, hingga teks khutbah Jumat pun, praktis harus direstui oleh penguasa. Bahkan untuk anak-anak muda yang hendak bersekolah di luar negeri pun, bila itu terkait dengan Islam, harus melalui prosedur yang tidak mudah.Kita semua tahu, Singapura, adalah hub kepentingan kapitalisme global yang sangat strategis. Maka, boleh dikatakan, di sini pulalah sistem riba mencengkeram begitu kuatnya. Tetapi, di tengah kesulitan selalu terdapat kemudahan, itulah janji Allah, subhanahu wa ta'ala. Itulah yang dipegang teguh pemuda pemudi Muslin Singapura, yang kini dengan sepenuh keyakinan akan pertolongan Allah, subhanahu wa ta'ala, yang kini giat menegakkan sunnah Nabiullah, sallalahu alayhi wa sallam.
Mereka berjamaah, membentuk sebuah Amirat, dengan seorang pemuda Muslim sebagai amirnya, Amir Hasballah Syafi. Di bawah kepemimpinan Amir Hasballah mereka menghidupkan muamalat, menerapkan Dinar dan Dirham, membentuk Tumasik Trade Network.
Lewat TTN inilah berbagai amal nyata mereka lakukan. Setiap harinya mereka mengajak setiap muslim Singapura untuk mengerti dan menggunakan Dinar dan Dirham dalam kehidupan sehari-hari. Di masjid, di sekolah, di pasar, di kantin-kantin, mereka mengupayakan digunakannya Dinar dan Dirham. Dalam Souq Qafilah Muamalah di Kuala Lumpur, 7 April lalu, misalnya, lebih dari 50 orang pemuda-pemudi Muslim Singapura, dipimpin Amir Hasballah, hadir - berjual-beli di pasar.
Di negeri Singa sendiri, mereka terus bergerak, bersama dengan saudara-saudara Muslim mereka yang berada dalam situasi jauh lebih mudah, yakni di Malaysia dan Indonesia, menegakkan muamalah yang halal. Salah satu aktivitas mereka dapat disaksikan lewat tayangan berikut:
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=c-bo-Yufrrw
(001)
Dibaca : 892 kali


lainnya
- Happy Travel Cirebon Terima Dirham
- HKDD Kembali di Bekasi
- Kuliah Non Kurikuler di UAD dengan Dirham
- Digencarkan, Penerapan Dinar Dirham di Depok
- Dinar Dirham Kembali ke Pesantren
Index kategori : Berita
© WAKALA INDUK NUSANTARA DISCLAIMER SITEMAP SITE INFO