Cirebon, 10 Mei 2012
Sarasehan Jawara Cirebon
Untuk mengepakkan sayapnya Jawara Cirebon mengadakan malam silaturahmi. Dihadiri juga oleh beberapa sejarawan di Cirebon.
Hujan cukup deras yang mengguyur sebagian Kota Cirebon itu perlahan telah berhenti menjelang waktu Isya'. Di sekretariat Jawara Cirebon, di Jl H Damsur, Cirebon, tetamu satu per satu berdatangan. Malam itu, dengan tuan rumah Ibu Sonia, Wakil Ketua Jawara Cirebon, berlangsung Sarasehan Jawara Cirebon. Harinya Senin, 30 April 2012.
Sekitar dua jam, dalam sarasehan itu dibahas pentingnya penggunaan Dinar dan Dirham dalam muamalat sehari-hari, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Pak Zaim Saidi, yang hadir bersama Pak Abdarrahman Rachadi, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini koin Dinar dan Dirham Kesultanan Kasepuhan akan segera beredar. Karenanya para Jawara Cirebon perlu lebih bergiat untuk memperbanyak anggotanya, dan memperluas pengenalan Dinar dan Dirham di masyarakat.
'Sultan Sepuh XIV telah menyampaikan kepada warga bahwa koin-koin Kesultanan Kasepuhan akan segera beredar, terutama untuk pembayaran zakat mal. Sultan juga telah memberikan izin untuk menggunakan beberapa lahan yang berada di bawah perlindungan Keraton Kasepuhan sebagai lahan Festival Hari Pasaran (FHP), bahkan secara tetap sebagai Suq Muamalah Kasepuhan,' ujar Pak Zaim.
Kecepatan perkembangan muamalat di Cirebon memang masih jauh dari yang diharapkan. Sampai saat ini wakala yang aktif di Cirebon memang tingggal Wakala Cordova, setelah Wakala Ar Rahman tidak aktif. Ini memang menyulitkan akses masyarakat Cirebon untuk mendapatkan koin Dinar dan Dirham. Untuk itu dalam waktu dekat ini sekurangnya akan ada dua wakala lain segera dibuka dan dioperasikan di Cirebon.
Dalam sarasehan itu berlangsung dialog yang cukup 'ramai' di antara peserta, karena acara tersebut dihadiri juga oleh beberapa sejarawan dan budayawan Cirebon. Selain Pak Zaenal Masduqi sendiri, ketua Jawara Cirebon, yang merupakan sejarawan di IAIN Syekh Nurjati, juga hadir Bapak Mustaqim dan Bapak Mukhtar, sejarawan yang sangat mengenail sejarah dan budaya Cirebon dan sekitarnya. Yang pasti, benang merahnya mengerucut pada keinginan dan tekad bersama untuk segera mengembalikan muamalah di Cirebon.
'Agar kita segera terbebas dari sistem yang zalim saat ini, ' ujar Pak Mukhtar bersemangat. (001)
Dibaca : 909 kali
lainnya
Index kategori : Berita
Sarasehan Jawara Cirebon
Untuk mengepakkan sayapnya Jawara Cirebon mengadakan malam silaturahmi. Dihadiri juga oleh beberapa sejarawan di Cirebon.
Hujan cukup deras yang mengguyur sebagian Kota Cirebon itu perlahan telah berhenti menjelang waktu Isya'. Di sekretariat Jawara Cirebon, di Jl H Damsur, Cirebon, tetamu satu per satu berdatangan. Malam itu, dengan tuan rumah Ibu Sonia, Wakil Ketua Jawara Cirebon, berlangsung Sarasehan Jawara Cirebon. Harinya Senin, 30 April 2012.
Sekitar dua jam, dalam sarasehan itu dibahas pentingnya penggunaan Dinar dan Dirham dalam muamalat sehari-hari, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Pak Zaim Saidi, yang hadir bersama Pak Abdarrahman Rachadi, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini koin Dinar dan Dirham Kesultanan Kasepuhan akan segera beredar. Karenanya para Jawara Cirebon perlu lebih bergiat untuk memperbanyak anggotanya, dan memperluas pengenalan Dinar dan Dirham di masyarakat.
'Sultan Sepuh XIV telah menyampaikan kepada warga bahwa koin-koin Kesultanan Kasepuhan akan segera beredar, terutama untuk pembayaran zakat mal. Sultan juga telah memberikan izin untuk menggunakan beberapa lahan yang berada di bawah perlindungan Keraton Kasepuhan sebagai lahan Festival Hari Pasaran (FHP), bahkan secara tetap sebagai Suq Muamalah Kasepuhan,' ujar Pak Zaim.
Kecepatan perkembangan muamalat di Cirebon memang masih jauh dari yang diharapkan. Sampai saat ini wakala yang aktif di Cirebon memang tingggal Wakala Cordova, setelah Wakala Ar Rahman tidak aktif. Ini memang menyulitkan akses masyarakat Cirebon untuk mendapatkan koin Dinar dan Dirham. Untuk itu dalam waktu dekat ini sekurangnya akan ada dua wakala lain segera dibuka dan dioperasikan di Cirebon.
Dalam sarasehan itu berlangsung dialog yang cukup 'ramai' di antara peserta, karena acara tersebut dihadiri juga oleh beberapa sejarawan dan budayawan Cirebon. Selain Pak Zaenal Masduqi sendiri, ketua Jawara Cirebon, yang merupakan sejarawan di IAIN Syekh Nurjati, juga hadir Bapak Mustaqim dan Bapak Mukhtar, sejarawan yang sangat mengenail sejarah dan budaya Cirebon dan sekitarnya. Yang pasti, benang merahnya mengerucut pada keinginan dan tekad bersama untuk segera mengembalikan muamalah di Cirebon.
'Agar kita segera terbebas dari sistem yang zalim saat ini, ' ujar Pak Mukhtar bersemangat. (001)
Dibaca : 909 kali


lainnya
- Meriahnya FHP Dinar Dirham Jelang Ramadhan 1434 H
- Warga di Cina Serbu Emas
- Tiga Sultan Sepakati Perluas Dinar Dirham
- Sultan Sepuh XIV Maklumatkan Zakat Dinar Dirham
- Meriahnya FHP Dinar Dirham Klaten
Index kategori : Berita
© WAKALA INDUK NUSANTARA DISCLAIMER SITEMAP SITE INFO