NILAI TUKAR DINAR DIRHAM
18-05-2012 , Jum'at Pagi
DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.067.500,-
Dinar - Rp. 2.135.000,-
Dinarayn - Rp. 4.270.000,-
DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.100,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 33.300,-
Dirham - Rp. 66.600,-
Dirhamayn - Rp. 133.200,-
Khamsa - Rp. 333.000,-
HARGA EMAS PERAK DUNIA
18-05-2012 , Jum'at Pagi
DINAR EMAS
Nisfu (1/2) Dinar - Rp. 1.067.500,-
Dinar - Rp. 2.135.000,-
Dinarayn - Rp. 4.270.000,-
DIRHAM PERAK
Daniq (1/6) Dirham - Rp. 11.100,-
Nisfu (1/2) Dirham - Rp. 33.300,-
Dirham - Rp. 66.600,-
Dirhamayn - Rp. 133.200,-
Khamsa - Rp. 333.000,-
HARGA EMAS PERAK DUNIA
Cirebon, 03 Februari 2012
Sultan Sepuh XIV Otorisasi Dinar Dirham
Dalam waktu dekat akan dicetak dan diedarkan Dinar, Dirham dan Fulus dengan otorisasi para sultan. Salah satunya dari Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, Cirebon.

Salah satu pertanyaan yang acap dilontarkan oleh masyarakat tentang Dinar dan Dirham adalah siapakah yang mengotorisasinya? Secara syariah jawaban atas pertanyaan ini sederhana: yang berwenang mengabsahkan Dinar, Dirham dan Fulus, adalah para sultan atau seorang khalifah, ketika ada seorang khalifah.
Bagaimana kalau belum ada seorang sultan apalagi khalifah yang melakukannya? Seorang pemimpin muslim, seorang amir, sekurang-kurangnya, harus mengambil tanggung jawab ini. Dan itulah yang berlangsung selama ini, di Indonesia Dinar dan Dirham dicetak dan diedarkan oleh Amirat Indonesia, yang mendirikan Wakala Induk Nusantara sebagai institusi distribusinya. Secara internasional ada World Islamic Mint (WIM) yang mengatur hal-ihwal pencetakan dan pengedarannya, hingga memiliki standar yang sama.
Januari 2012 tampaknya merupakan awal perubahan mendasar yang akan terjadi dalam urusan ini. Shaykh Umar Vadillo, yang baru kembali dari Kesultanan Sulu, membawa berita: dalam waktu dekat ada enam sultan di Nusantara yang akan mengotorisasi pencetakan Dinar dan Dirham serta Fulus, salah satunya adalah Sultan Bantilan Muizzuddin II dari Sulu. Tak lama berselang, dari Cirebon juga ada kepastian bahwa Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, dari Kesultanan Kasepuhan, Cirebon, akan melakukan hal yang sama.
Dalam pertemuan Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, dengan Shaykh Umar Vadillo, yang berlangsung di Keraton Kasepuhan, 28 Januari 2012 lalu, sekali lagi Sultan Sepuh XIV menyatakan akan memberikan otorisasi pencetakan Dinar dan Dirham atas namanya. Sultan Sepuh XIV bahkan menyatakan akan sepenuhnya menjalankan amanah Sunan Gunung Jati, yakni 'Tajug lan Fakir Miskin', yang berarti memakmurkan kembali Masjid Agung (Sang Cipta Rasa) dan mengembalikan penarikan zakat dengan Dinar dan Dirham di wilayahnya. Sultan Sepuh XIV juga berniat memberikan 'peparing' (honorarium atau gaji) kepada kerabat dalam keraton dengan koin Dinar dan Dirham.
'Kalau nanti sudah dicetak atas nama Sultan tentunya,' ujar beliau.
Pertemuan antara Sultan Sepuh XIV dan Shaykh Umar Vadillo malam itu juga dihadiri oleh beberapa orang terdekat sultan, juga dihadiri oleh Amir Zaim Saidi, Wazir Abdarrahman Rachadi, Muqadim Malik Abdalhaq, Ketua Jawara Cirebon; Pak Zaenal Masduqi, dan sejumlah hadirin lain, baik dari Jakarta, Cirebon, dan Kuala Lumpur.
Semoga Allah, subhanahu wa ta'ala, memberikan keteguhan kepada para sultan di Nusantara, khususnya Sultan Sepuh XIV, untuk sekali lagi mengembalikan Dinar, Dirham, dan Fulus bagi umat Islam. Kita mohonkan kepada Allah, subhanahu wa ta'ala, untuk sekali lagi memudahkan para sultan untuk menegakkan rukun zakat dan muamalat. Amin. (001)
Dibaca : 906 kali
lainnya
Index kategori : Berita
Sultan Sepuh XIV Otorisasi Dinar Dirham
Dalam waktu dekat akan dicetak dan diedarkan Dinar, Dirham dan Fulus dengan otorisasi para sultan. Salah satunya dari Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, Cirebon.

Salah satu pertanyaan yang acap dilontarkan oleh masyarakat tentang Dinar dan Dirham adalah siapakah yang mengotorisasinya? Secara syariah jawaban atas pertanyaan ini sederhana: yang berwenang mengabsahkan Dinar, Dirham dan Fulus, adalah para sultan atau seorang khalifah, ketika ada seorang khalifah.
Bagaimana kalau belum ada seorang sultan apalagi khalifah yang melakukannya? Seorang pemimpin muslim, seorang amir, sekurang-kurangnya, harus mengambil tanggung jawab ini. Dan itulah yang berlangsung selama ini, di Indonesia Dinar dan Dirham dicetak dan diedarkan oleh Amirat Indonesia, yang mendirikan Wakala Induk Nusantara sebagai institusi distribusinya. Secara internasional ada World Islamic Mint (WIM) yang mengatur hal-ihwal pencetakan dan pengedarannya, hingga memiliki standar yang sama.
Januari 2012 tampaknya merupakan awal perubahan mendasar yang akan terjadi dalam urusan ini. Shaykh Umar Vadillo, yang baru kembali dari Kesultanan Sulu, membawa berita: dalam waktu dekat ada enam sultan di Nusantara yang akan mengotorisasi pencetakan Dinar dan Dirham serta Fulus, salah satunya adalah Sultan Bantilan Muizzuddin II dari Sulu. Tak lama berselang, dari Cirebon juga ada kepastian bahwa Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, dari Kesultanan Kasepuhan, Cirebon, akan melakukan hal yang sama. Dalam pertemuan Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, dengan Shaykh Umar Vadillo, yang berlangsung di Keraton Kasepuhan, 28 Januari 2012 lalu, sekali lagi Sultan Sepuh XIV menyatakan akan memberikan otorisasi pencetakan Dinar dan Dirham atas namanya. Sultan Sepuh XIV bahkan menyatakan akan sepenuhnya menjalankan amanah Sunan Gunung Jati, yakni 'Tajug lan Fakir Miskin', yang berarti memakmurkan kembali Masjid Agung (Sang Cipta Rasa) dan mengembalikan penarikan zakat dengan Dinar dan Dirham di wilayahnya. Sultan Sepuh XIV juga berniat memberikan 'peparing' (honorarium atau gaji) kepada kerabat dalam keraton dengan koin Dinar dan Dirham.
'Kalau nanti sudah dicetak atas nama Sultan tentunya,' ujar beliau.
Pertemuan antara Sultan Sepuh XIV dan Shaykh Umar Vadillo malam itu juga dihadiri oleh beberapa orang terdekat sultan, juga dihadiri oleh Amir Zaim Saidi, Wazir Abdarrahman Rachadi, Muqadim Malik Abdalhaq, Ketua Jawara Cirebon; Pak Zaenal Masduqi, dan sejumlah hadirin lain, baik dari Jakarta, Cirebon, dan Kuala Lumpur. Semoga Allah, subhanahu wa ta'ala, memberikan keteguhan kepada para sultan di Nusantara, khususnya Sultan Sepuh XIV, untuk sekali lagi mengembalikan Dinar, Dirham, dan Fulus bagi umat Islam. Kita mohonkan kepada Allah, subhanahu wa ta'ala, untuk sekali lagi memudahkan para sultan untuk menegakkan rukun zakat dan muamalat. Amin. (001)
Dibaca : 906 kali


lainnya
- Dinar Dirham di Masjid Panjunan
- Tujuh Orang Berumroh dengan Dinar Emas
- Penggalangan Wakaf Suq Muamalah Berlanjut
- Sarasehan Jawara Cirebon
- Hari Kemenangan: Istighfar dan Tawba
Index kategori : Berita
© WAKALA INDUK NUSANTARA DISCLAIMER SITEMAP SITE INFO