Tunjangan Makan dalam Dirham
Staf Yayasan PIRAC menerima tunjangan uang makannya dalam Dirham perak.
Keberadaan tempat-tempat usaha yang menerima Dirham perak sebagai alat bayar di suatu wilayah jelas memudahkan para pemakai Dirham di situ. Dampak positifnya terasa nyata. Keberadaan Toserba Dirham Jaya, di Tanah Baru, Depok, misalnya, yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari, membuat pemakai Dirham perak leluasa membelanjakannya.
Dan inilah dampak positif lainnya: staf Yayasan PIRAC, yang berlokasi di tempat yang sama dengan Toserba Dirham Jaya, sejak beberapa pekan ini, bersepakat untuk menerima uang tunjangan makannya dalam Dirham perak. Uang makan itu sendiri diberikan sepekan sekali, yakni tiap-tiap hari Jum'at. Sebelumnya, sejak beberapa bulan terakhir, staf Yayasan PIRAC memang telah rutin menggunakan Dirham perak untuk berarisan. Setiap pekan arisan dibuka dengan total uang terkumpul 21 Dirham perak.
Dengan adanya warung penerimanya, kegiatan arisan, serta pembayaran tunjangan makan, yang semuanya dilakukan dalam Dirham perak, terjadilah sirkulasi koin dari tangan ke tangan. Ditunjang lagi dengan kegiatan Baitul Mal Nusantara (BMN) yang secara periodik membagikan zakat dan sedekah (selain program wakaf Imarah yang berjangka panjang) kepada fakir miskin, dengan hari-hari pasaran JAWARA-nya, lengkaplah sudah proses sirkulasi Dirham perak ini.
Kaum Muslim di mana pun dapat mengikuti cara-cara ini sebagai model menghidupkan lagi kegiatan muamalat.
(001)Dibaca : 407 kali


lainnya