Geliat Dirham Dinar di Negeri Sakura
Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara
Masyarakat Muslim di Jepang mulai bermuamlah dengan Dinar dan Dirham.

Adalah Yukari Aisha Takeuchi, seorang aktivis muslimah dari Kochi Women University, Jepang, yang memeloporinya.
"Hal pertama yang diajarkan Shaykh saya tentang Islam sesaat setelah saya bersyahadat adalah Dinar dan Dirham. Saya masih ingat ia memberitahu saya 'KITA HARUS MENGGUNAKAN INI' sambil memperlihatkan kepada saya Dinarnya dengan wajah serius. Alhamdulillah. Saya ingat hal ini lebih dari syahadat saya. Dan selalu merupakan menggairahkan menunjukkan dan mengabarkan soal Dinar dan Dirham kepada setiap mualaf baru, meski dia belum akan paham saat itu. Tapi mereka akan memahami begitu mempelajarinya. Dan ini menjadi misi mereka sebab mereka juga harus menemukan apa itu Islam dengan cara mengamalkannya," tulis Aisha.
Dengan keimanan dan keyakinan dan ketaqwaan itulah Aisha bergerak. Bersama Muhammad bin Ismail, seorang mahasiswa Singapura, yang tengah berada di Jepang, mereka datangi satu persatu pengurus masjid, dan para pedagang agar bergabung dengan pengguna Dinar dan Dirham. Kemana-mana mereka membawa stiker WIM, untuk ditempelkan di toko-toko tersebut.

"Mereka semua mengerti muamalah dengan mudah. Dan akan segera menerapkan Dirhamnya untuk berbelanja," ujar Aisha lagi.
